Jumat, 06 Februari 2015

Ilustrasi Pencatatan pada Jurnal Umum, Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal dan Neraca

Pada 1 Januari 2008, mr. A memulai usaha jasa konsultan perpajakan. Berikut ini transaksi selama bulan Januari 2008 :
1 Januari   : Mr. A membayar uang kas ke dalam perusahaan sebagai modal awal Rp. 95.000.000,-
3 Januari   : Dibayar sewa kantor untuk bulan Januari Rp. 8.000.000,-
6 Januari   : Dibeli perlengkapan ATK secara kredit Rp. 5.000.000,-
10 Januari : Dibayar iklan Rp. 500.000,-
12 Januari : Diterima uang Rp. 10.000.000,- atas jasa kepada klien.
13 Januari : Mr. A mengambil uang tunai Rp. 7.000.000,- untuk keperluan pribadi.
15 Januari : Membebankan tagihan kepada klien atas jasa yg telah diberikan Mr. A Rp. 33.000.000,-
                    dimana pembayaran belum diterima
17 Januari : Dibayar uang untuk pembelian perlengkapan pada tanggal  6 Januari.
22 Januari : Diterima sebagai pembayaran atas jasa tanggal 15 Januari sebesar Rp. 20.000.000,-
30 Januari : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp. 1. 500.000,-
31 Januari : Dibayar gaji karyawan Rp. 25.000.000,-


Mr. A Corp
Jurnal Umum
Periode Bulan Januari 2008
 
TGL
AKTIVA

=
PASIVA
KAS
PIUTANG USAHA
PERLENGKAPAN
HUTANG
MODAL
1/1
Rp. 95.000.000


=

Rp. 95.000.000
3/1
(Rp. 8.000.000)


=

(Rp. 8.000.000)
6/1


Rp. 5.000.000
=
Rp. 5.000.000

10/1
(Rp. 500.000)


=

(Rp. 500.000)
12/1
Rp. 10.000.000


=

Rp. 10.000.000
13/1
(Rp. 7.000.000)


=

(Rp. 7.000.000)
15/1

Rp. 33.000.000

=

Rp. 33.000.000
17/1
(Rp. 5.000.000)


=
(Rp. 5.000.000)

22/1
Rp. 20.000.000
(Rp. 20.000.000)

=
-
30/1
(Rp. 1.500.000)


=

(Rp. 1.500.000)
31/1
(Rp. 25.500.000)


=

(Rp. 25.500.000)
JML
Rp. 78.000.000
Rp. 13.000.000
Rp. 15.000.000
=
-
Rp. 96.000.000
Rp. 96.000.000

Rp. 96.000.000




Mr. A Corp
Laporan Laba / Rugi
Periode Bulan Januari 2008

Pendapatan                                                                                                                       Rp. 43.000.000,-
Beban Operasional
                Beban Sewa Kantor                        Rp.  8.000.000,-
                Beban Listrik dan Telepon          Rp.  1.500.000,-
                Beban Iklan                                       Rp.     500.000,-
                Beban Gaji Karyawan                    Rp. 25.000.000,-
Jumlah Beban Operasional                                                                                         (Rp. 35.000.000,-)
Laba Operasional                                                                                                              Rp.   8.000.000





Mr. A Corp
Laporan Perubahan Modal
Periode Bulan Januari 2008

Modal Awal                                       =                            Rp.    95.000.000,-
Laba Bersih                                        =                            Rp.      8.000.000,-
Jumlah Modal saat ini                   =                            Rp. 103.000.000,-
Prive                                                     =                          (Rp.      7.000.000,-)
Modal Akhir                                      =                            Rp.     96.000.000,-


Mr. A Corp
Laporan Neraca
Periode Bulan Januari 2008

                                 AKTIVA                                                          PASIVA
    Kas                                       Rp. 78.000.000,-              Hutang                                                 -
    Piutang Usaha                  Rp. 13.000.000,-              Modal                                   Rp. 96.000.000,-
    Perlengkapan                   Rp.   5.000.000,-                                                                                              
    Jumlah Aktiva                  Rp. 96.000.000,-              Jumlah Pasiva                    Rp. 96.000.000,-
                





Sekilas Tentang Konsep Dasar Akuntansi

KONSEP DASAR AKUNTANSI

Jenis Perusahaan

  1. Perusahaan Manufaktur
  2. Perusahaan Jasa
  3. Perusahaan Dagang
Perusahaan berdasarkan Bentuk Organisasinya
  1. Perusahaan Perorangan
  2. Perusahaan Persekutuan
  3. Perusahaan Perseroan
Pengguna Informasi Akuntansi

Internal
  • Direktur dan Manajer Keuangan
  • Direktur Operasional dan Manajer Pemasaran
  • Manajer dan Supervisor Produksi
  • Pemegang Saham
  • Karyawan
Eksternal
  • Investor
  • Kreditor
  • BAPEPAM
  • Pemerintah 
  • Masyarakat

Asumsi Dasar Akuntansi
  1. Monetary Unit Assumption
  2. Economic / Business Entity Assumption
  3. Going Concern Assumption

Laporan Arus Kas

LAPORAN ARUS KAS

A. PENGERTIAN LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aaeronautika. Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan. Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut. 
Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk ke perusahaan. Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka.

B. BENTUK/METODE PENYAJIAN LAPORAN ARUS KAS
Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan utang lancar serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung.

Akuntansi Untuk Ekuitas

AKUNTANSI UNTUK EKUITAS


A. PENGERTIAN EKUITAS
Ekuitas merupakan besarnya kepentingan/hak pemilik perusahaan pada harta perusahaan. Jika kita ingat kembali persamaan dasar akuntansi, sisi kiri merupakan harta dan sisi kanan merupakan utang dan ekuitas. Sisi kiri merupakan sumber daya yang dikuasai perusahaan sedangkan sisi kanan menunjukkan besarnya kepentingan kreditor dan pemilik terhadap harta perusahaan. Besarnya kepentingan pemilik atas harta perusahaan disebut ekuitas.

B. BENTUK PERUSAHAAN
Terdapat beberapa bentuk perusahaan yaitu perusahaan perorangan, persekutuan dan perseroan terbatas serta koperasi. Walaupun secara hukum perusahaan perseorangan tidak diakui sebagai entitas yang terpisah dengan pemiliknya, namun menurut pandangan akuntansi perusahaan perseorangan terpisah dari pemiliknya.
Perseroan terbatas menurut pandangan hukum merupakan entitas yang dapat melakukan kegiatan seperti manusia sehingga dapat dikatakan bahwa PT merupakan entitas buatan (artificial entity). Pada modul ini pembahsan ditekankan pada perseroan terbatas.

C. KARAKTERISTIK PERSEROAN TERBATAS
Jika dilihat dari sudut pandang akuntansi PT adalah suatu perusahaan yang kepemilikannya diwujudkan dengan SAHAM. Saham merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh perseroan. Seseorang atau lembaga yang ikut serta menyerahkan sumber daya (harta) ke perseroan akan diberikan saham. Mereka disebut pemegang saham.

D. PEMBAGIAN DIVIDEN
Dividen adalah bagian laba bersih perusahaan yang dibagi kepada pemegang saham sesuai prosentase kepemilikannya. Dividen dapat berupa dividen tunai, dividen saham, dan dividen property. Dividen tunai adalah bagian laba perusahaan yang dibagi dalam bentuk kas. Dividen saham adalah bagian laba perusahaan yang dibagi dalam bentuk saham perusahaan. Sedangkan dividen property adalah dividen dalam bentuk selain dividen tunai dan dividen saham, misalnya berupa saham perusahaan lain.

E. PEMBATASAN SALDO LABA
Saldo laba yang besar dapat dijadikan dasar untuk membayar dividen. Untuk tujuan tertentu kadangkala saldo laba ini dibatasi agar tidak dibagi dalam bentuk dividen. Pembatasan ini dilakukan untuk beberapa tujuan seperti melindungi kreditor jika perusahaan membeli kembali saham perusahaan. Membeli saham sendiri hakekatnya sama dengan mengembalikan uang kepada pemilik. Karena yang berkepentingan terhadap harta perusahaan adalah kreditor dan pemilik, jika perusahaan
mengembalikan uang ke pemilik, kreditor akan terancam kepentingannya. Oleh karena itu pembayaran dividen yang hakekatnya pengembalian harta ke pemilik perlu
dibatasi dengan cara mengikat (membatasi) saldo laba.

Sumber : MODUL DASAR-DASAR AKUNTANSI

Akuntansi Utang

AKUNTANSI UTANG

A. PENGERTIAN
Jika kita ingat kembali persamaan dasar akuntansi, sisi kiri persamaan akuntansi adalah harta (aktiva) dan sisi kanan terdiri dari utang dan modal. Utang menunjukkan besarnya kepentingan kreditur pada harta perusahaan. Sementara itu modal menunjukkan besarnya kepentingan pemilik pada harta perusahaan. Persamaan tersebut juga tergambar pada neraca yang memuat harta, utang dan modal.
Adanya utang di neraca menunjukkan perusahaan pernah menarik sumber daya yan digunakan dari kreditur. Pada bab ini akan dibicarakan akuntansi atas kegiatan pendanaan yang berasal dari kreditur. Utang didefinisikan sebagai pengorbanan manfaat ekonomi di masa datang yang bersifat probable yang timbul dari kewajiban sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan harta atau menyediakan jasa ke entitas lain di kemudian hari sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu.
Dari definisi di atas dapat ditarik beberapa hal penting yaitu :
  1. Utang ini timbul dari transaksi atau kejadian masa lalu.
  2. Utang harus melibatkan transfer asset atau penyediaan jasa dikemudian hari yang bersifat probable (hampir pasti).
  3. Utang ini merupakan kewajiban dari suatu entitas.
B. KLASIFIKASI UTANG
Untuk tujuan pelaporan, utang diklasifikasikan sebagai utang lancar dan utang jangka panjang. Suatu utang yang berasal dari kegiatan operasional akan diklasifikasikan sebagai utang lancar jika utang ini akan dilunasi dengan menggunakan harta lancar dalam satu tahun ke depan atau dalam satu siklus operasi normal, yang mana yang lebih lama. Namun utang yang berasal dari pinjaman bank, atau pinjaman lainnya diklasifikasikan menurut kriteria satu tahun. Suatu utang yang jatuh tempo dalam satu tahun sejak tanggal neraca akan diklasifikasikan sebagai utang lancar.

C. PENGUKURAN UTANG
Pengukuran merupakan proses pemberian atribut nilai pada utang. Atribut nilai yang diberikan pada utang adalah nilai moneter. Namun ternyata pengklasifikasian utang menjadi lancar dan tidak lancar menjadi pertimbangan dalam pengukuran utang.
Secara umum utang akan diukur sebesar nilai sekarang dari utang tersebut yang merupakan jumlah uang yang harus dibayarkan untuk melunasinya sekarang. Aturan ini lebih tepat untuk utang tidak lancar. Sementara itu utang yang berasal dari kegiatan operasional misalnya utang gaji dan utang usaha, umumnya utang ini akan segera dilunasi sehingga selisih antara nilai jatuh tempo dengan nilai sekarang utang tersebut tidak material. Oleh karena itu utang yang berasal dari operasional umumnya untuk tujuan praktis disajikan sebesar nilai jatuh temponya.
Untuk tujuan pengukuran, baik utang lancar maupun tidak lancar dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu :
  1. Utang yang jumlahnya sudah pasti. Contoh dari utang ini adalah nominal dari wesel atau obligasi.
  2. Utang yang jumlahnya harus diestimasi. Dilihat dari kepastiannya, utang ini pastiterjadi namun jumlahnya belum diketahui secara pasti. Utang garansi merupakan contohnya.
  3. Utang bersyarat (contingent liablility) yaitu suatu utang yang akan muncul jika terjadi kejadian lain. Contohnya perusahaan dituntut dipengadilan oleh perusahaan lain. Perusahaan akan berkewajiban membayar uang jika pengadilan memenangkan perusahaan yang menuntut tersebut. Tingkat kemungkinan timbulnya utang bersyarat dapat dibagi menjadi :
  • Probable : Tingkat kemungkinannya sangat tinggi dan bahkan dapat dikatakan hampir pasti. Jika jumlah utangnya dapat diestimasi dengan handal, maka utang ini dicatat, jika jumlahnya sulit diestimasi maka keberadaan utang ini diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
  • Reasonable posible : Kemungkinan terjadinya 50% atau dapat terjadi dapat pula tidak. Jika kondisinya demikian cukup diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
  • Remote : Kemungkinan terjadinya sangat kecil sehingga tidak perlu dicatat dan dilaporkan kecuali untuk utang jaminan pembayaran utang walaupun tingkat kemungkinan terjadinya kewajiban kecil tetapi harus diungkap dalam catatan atas laporan keuangan.
D. AKUNTANSI UTANG JANGKA PENDEK
Seperti telah dibahas pada bagian di atas, utang jangka pendek tidak perlu didiskontokan ke nilai sekarang. Yang termasuk utang ini adalah utang usaha (account payable), serta berbagai utang opersional seperti utang gaji, listrik, telepon, pajak dan sebagainya.


E. AKUNTANSI UTANG JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang merupakan utang yang jatuh tempo melebihi satu tahun sejak tanggal neraca. Utang jangka panjang dapat didukung dengan menerbitkan sertifikat yang lazim disebut surat Obligasi. Mempertimbangkan relevansinya dengan transaksi utang pada kementerian negara/lembaga, bab ini tidak membahas secara rinci mengenai akuntansi utang jangka panjang.



SUMBER : MODUL DASAR DASAR AKUNTANSI